Langsung ke konten utama

Bisnis dan Kewirausahaan Islami

Sesuai dengan tujuan saya di awal, dalam blog ini saya akan berbagi pengalaman hidup dan juga artikel-artikel berfaedah yang salah satunya adalah mengenai materi kuliah. Bukan hanya materi mengenai akuntansi saja yang nantinya akan saya share didalam blog ini, tetapi materi lain seperti ekonomi Islam pun inshaAllah akan saya share. Karena konsentrasi saya adalah Akuntansi Syariah, jadi jangan heran ya kalau kebanyakan postingan materi kuliahnya berbau syariah juga.

Kali ini saya akan membahas tentang Bisnis atau Kewirausahaan Islami. Islam memberikan kebebasan penuh untuk usaha ekonomi, baik individu maupun berkelompok dalam masyarakat Islam menikmati atas kebebasan yang diberikan untuk keberlangsungan kehidupannya. Kita bisa memulai, mengelola, dan mengatur jenis usaha apa pun sesuai batasan yang ditetapkan oleh Syariah Islam.


Namun, kebebasan bukan berarti terlepas dari rasa tanggung jawab. Seorang individu bebas untuk menjalankan kegiatan ekonominya asalkan dia menghormati kode etik yang ditetapkan untuk profesinya, yang secara umum berarti memilih hal-hal yang halal dan menghindari masalah yang tidak sah. Perintah-perintah di dalam Al-Quran dan ajaran-ajaran Nabi SAW berfungsi untuk memberi skala dalam pikiran setiap orang untuk membedakan antara cara penghasilan yang sah dan yang melanggar hukum, dan untuk melarang atau menolak semua hal yang salah secara moral atau secara sosial tidak dapat diterima.

Islam, sebagai prinsip, melarang semua kegiatan yang dapat menyebabkan kerugian baik bagi para pedagang maupun konsumen di pasar. Ini mendorong prevalensi pasar bebas di mana setiap orang mendapatkan rezeki tanpa intervensi pemerintah. Namun, hal itu menempatkan batasan tertentu untuk menghilangkan kejadian ketidakadilan dan memeriksa malpraktek dan operasi yang melanggar hukum.

Namun, jika orang gagal untuk mengambil panduan dari Alquran dalam hal-hal yang berkaitan dengan transaksi bisnis, negara Islam akan berusaha untuk mengatur transaksi pasar dengan prinsip-prinsip Islam yang baik. Kebebasan perusahaan di pasar Islam akan diatur oleh:
·      Sesuai syariah yang mengikuti Al-Qur’an dan ajaran Nabi Muhammad SAW.
·  Arahan dari otoritas temporal. Selama berabad-abad awal Islam, fungsi ini terutama dilakukan oleh institusi Muhasbah (dipimpin oleh seorang Muhtasib atau inspektur pasar). Institusi Muhasbah adalah institusi penting yang fungsinya berbasis luas dan beragam, diantaranya berjaga-jaga tentang praktek-praktek berbahaya yang lazim di pasar dan masyarakat, serta memeriksa kejadian ketidakadilan dan malpraktek di pasar.

Mengapa Nabi Muhammad SAW di contohkan sebagai pedagang yang sukses?
No
Periode
Usia
Durasi
1
Masa anak-anak
0 – 12 tahun
12 tahun
2
Enterpreneurship
12 – 37 tahun
25 tahun
3
Kontemplasi dan refleksi
37 – 40 tahun
3 tahun
4
Masa kerasulan
40 – 63 tahun
23 tahun

Nabi Muhammad SAW berprofesi sebagai pengusaha selama 25 tahun, sedangkan menjadi seorang rasul hanya 23 tahun. Beliau juga tidak henti-hentinya menganjurkn kepada umatnya untuk menjadi seorang pengusaha yang jujur sesuai dengan ajaran syariah.
Nabi SAW bersabda:
Sebaik-baik penghasilan adalah (dari) pekerjaan seseorang dengan tangannya, dan (dari) setiap transaksi perniagaan yang diberkahi.”  (HR al-Thabrani, Shahih al-Jami’ al-Shaghir no. 1913.)

Menurut Ir.Ciputra, ada tiga jenis wirausaha:
·  Necessity Entrepreneur yaitu menjadi wirausaha karena terpaksa dan desakan kebutuhan hidup.
· Replicative Entrepreneur,yang cenderung meniru-niru bisnis yang sedang ngetren sehingga rawan terhadap persaingan dan kejatuhan.
·  Inovatip Entrepreneur,wirausaha inovatif yang terus berpikir kreatif dlm melihat peluang dan meningkatkannya.

Karakteristik Wirausaha Yang Sukses
  1. Memiliki komitmen tinggi terhadap tugasnya.
  2. Mau bertanggung jawab.
  3. Minat kewirausahaan dalam dirinya.
  4. Peluang untuk mencapai obsesi.
  5. Toleransi menghadapi resiko kebimbangan dan ketidakpastian.
  6. Yakin pada dirinya.
  7. Kreatif dan fleksibel.
  8. Ingin memperoleh balikan segera.
  9. Enerjik tinggi
  10. Motivasi untuk lebih unggul
  11. Berorientasi kemasa depan
  12. Mau belajar dari kegagalan
  13. Kemampuan memimpin.
Intrapreneurship is one method for stimulating and then capitalizing on individuals in an organization who think that something can be done differently and better. (Hisrich-Peters, 1995:535)


Intrapreneurship adalah suatu metode untuk mengstimulasi individu di dalam organisasi yang mempunyai pemikiran bahwa dia dapat melakukan sesuatu yang tampil beda dan hasil lebih baik.

Tulisan selanjutnya mengenai Kegiatan Wirausaha Menurut Islam, tulisannya sambungan dari postingan yang ini yaa. Semoga bermanfaat :) 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips Saat Foto Box

Anak muda sekarang nggak foto-foto ? hmm... kayaknya kurang gaul deh, soalnya di jaman yang udah canggih ini, difoto itu udah jadi kebiasaan baru bagi remaja sekarang. Ada beberapa tips nih buat kalian yang suka foto box. 1. Pilih tempat yang nyaman Biasanya foto box itu suka ada di tempat-tempat yang ramai, seperti mall, plaza dll. Nah kalian tinggal pilih tempat yang paling menarik perhatian dan tentunya bagus juga. 2. Ajak teman atau orang terdekat kita Pastinya nggak asik dong kalau kita foto-foto sendiri, apalagi kalo difoto box , kesannya itu bakalan nggak hidup, terus kita juga nggak ada temen buat ber-ekspresi. 3. Berganti gaya dengan cepat Kalian harus tau, Foto box nggak seperti foto biasa, jadi setiap satu kali foto, kita harus cepet-cepet ganti gaya lagi, soalnya foto box itu diwaktu. Jadi sebelum kita difoto, kita harus mikirin gaya dan ekspresi apa aja yang bakalan kita tunjukin. 4. Tunjukin gaya yang paling keren Sia-sia dong kalo pas lagi di foto, gaya kita cuma biasa-...

One Team, One Spirit, One Goal !!

Pemberian Simulasi Penulisan Salah satu kru layout Xpresi (Imam) mempresentasikan dami buatannya Masih kru layout Xpresi (Teteng Randi) mempresentasikan dami halaman galerinya Reporter Xpresi, belajar wawancara dan membuat artikel Wawancara bertemakan kehidupan anak gank di sekolah Teteng, Imam dan Riko, simulasi membuat dami untuk halaman All crew Xpresi memulai simulasi

Kegiatan Wirausaha Menurut Islam

Tulisan ini lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang  Bisnis dan Kewirausahaan Islam , jadi supaya paham isinya, silahkan baca dulu postingan sebelumnya yaa J 1. Motif Berwirausaha dalam Bidang Perdagangan Dagang Buat Cari Untung.  Seorang muslim bila menjual barang, harus dengan senang hati, gembira, ikhlas, dan memberi kesan baik terhadap pembeli. Menurut Hadis : “Allah mengasihi orang yang bermurah hati waktu menjual, waktu membeli dan waktu menagih piutang.” Berdagang adalah Hobi. Konsep berdagang adalah hobi, kebanyakan dianut oleh para pedagang Cina. Berdagang adalah Ibadah. Bagi orang Muslim, kegiatan berdagang dalam rangka beribadah kepada Allah Swt. 2. Berbuat Baik dapat Menenangkan Otak dan menyehatkan Badan Berwirausaha memberi peluang kepada seseorang untuk banyak-banyak berbuat baik. Menurut penelitian Robert Omstein & Dr David Sobel, mereka yang selalu ingin berbuat baik dan membantu meringankan penderitaan orang lain, otaknya senang, tubuhn...